Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Hidup. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 November 2011

Menghargai Diri Sendiri

"HARGAILAH ORANG LAIN SEPERTI KITA MENGHARGAI DIRI KITA SENDIRI"

Pepatah di atas mungkin sudah tidak asing bagi kita. Menghargai orang lain itu perlu karena pada dasarnya setiap manusia memang mempunyai harga diri. Tidak ada orang normal yang tidak suka dihargai. Namun terkadang saking sibuknya kita menghargai orang lain, kita malah lupa menghargai diri sendiri.Tentu hal ini juga tidak benar kan???Lalu bagaimana cara kita menghargai diri kita sendiri?Ada banyak cara untuk kita dapat menghargai diri kita sendiri. Namun yang paling sederhana dan mudah adalah dengan melakukan apa saja yang biasa kita lakukan kepada atau terhadap orang lain untuk menghargai orang tersebut. Tidak susah dan bisa dicoba sekarang juga kok.

~ Tampil Pantas dan SopanKe orang lain : kita selalu berdandan dan berpenampilan sebaik mungkin saat mau menemui orang yang kita hargai atau menghadiri acara yang penting.Ke diri sendiri : cobalah untuk tampil sebaik mungkin kapan dan dimanapun kita, bahkan saat berada di rumah sekalipun. Berpenampilan baik disini maksudnya adalah berpenampilan sopan, sewajarnya dan sepantasnya sesuai dengan waktu dan tempat kita berada. Dengan berpenampilan pantas maka diri kita pun akan merasa nyaman dan lebih percaya diri, maka berarti kita telah menghargai diri kita sendiri. Hindari berpakaian terbuka karena itu hanya akan membuat orang menilai negatif kepada kita, yang juga berarti kita tidak menghargai diri kita sendiri.

~ IstirahatKe orang lain : saat bersama teman pastinya kita tidak akan terus merongrong mereka hanya untuk sekedar mendengarkan curhatan kita, karena kita tau mereka juga lelah dan butuh istirahat. Kita juga tidak meyuruh si bibi bekerja 24jam non stop bukan. Atau mungkin juga kita tidak menelepon seseorang terlalu malam karena kita menghargai waktu
istirahatnya.Ke diri sendiri : cobalah hargai diri dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk merasakan suasana tenang, bebas stres dan beristirahat dari segala beban yang mengganjal. Kasihan kan badan, pikiran dan perasaan kita yang harus terus merasa lelah dengan kesibukan harian atau stres terhadap suatu masalah. Namun bukan berarti lari dari tanggung jawab lho. ~ Pintar "Jaga Mulut"Ke orang lain : kita mungkin sangat jarang sekali atau bahkan tidak pernah memaki atau berkata kasar kepada orang lain. Selain untuk menghargai orang lain, hal tersebut juga sangat tidak sopan dan tentunya itu akan menyakiti perasaan mereka. Tentunya kita tidak mau itu terjadi bukan.Ke diri sendiri : nah anehnya kita selalu galak bahkan memaki diri sendiri, misalnya "Aku bodoh dan jelek banget yah!". Wahhh segeralah hentikan kebiasaan jelek tersebut. Jika memang kita kesal karena telah melakukan suatu kesalahan atau kecerobohan, cobalah untuk tidak mengatai diri kita bodoh atau goblok, tapi lebih baik katakan "aku masih harus banyak belajar" atau "lain kali aku harus lebih berhati-hati". Itu lebih baik bukan? Jika kita saja tidak bisa menghargai diri sendiri dengan mengatai dan menganggap buruk diri kita, bagaimana orang lain nantinya?

~ Tepat WaktuKe orang lain : kita biasanya menghargai orang lain dengan berusaha untuk tepat waktu bila ada janji atau pertemuan. Selain karena tidak ingin membuat mereka kesal, kita juga tidak ingin membuang-buang percuma waktu mereka.Ke diri sendiri : cobalah untuk tepat waktu juga terhadap hal-hal yang menyangkut kepentingan diri sendiri. Misalnya: makan tepat waktu, pergi beraktivitas tepat waktu, istirahat tepat waktu, dll. Hal ini selain untuk menghargai diri sendiri, juga agar kita tidak merasa panik atau terburu-buru dalam melakukan aktivitas.

~ Beri Pujian atau HadiahKe orang lain : kita biasanya selalu memuji kepada orang lain apabila mereka terlihat cantik/tampan, atau mungkin karena kita kagum dengan kepintaran mereka. Pujian juga biasa kita lontarkan kepada orang yang terlihat bersungguh-sungguh bekerja keras dalam suatu usaha meskipun belum tentu akan sukses. Begitu juga halnya dengan hadiah. Kita biasanya memberikan hadiah apakah itu berupa barang, pujian, ucapan, atau perlakuan istimewa kepada orang lain saat mereka ulang tahun atau berhasil melakukan sesuatu. Ke diri sendiri : cobalah belajar untuk memuji diri sendiri. Misalnya saat bercermin kita juga perlu mengatakan pada diri "Aku terlihat cantik/tampan hari ini". Atau memuji keberhasilan kita "Aku hebat karena berhasil meningkatkan kinerjaku". Begitu juga halnya dengan hadiah. Tidak ada salahnya kita memberi hadiah pada diri sendiri saat berhasil melakukan sesuatu. Misalnya dengan mentraktir diri sendiri makan, menonton DVD kesukaan, atau pergi berlibur. Walaupun terkesan sederhana dan tidak penting, namun hal ini bagus untuk menyenangkan diri, juga sebagai pemicu semangat untuk bisa menjadi lebih baik lagi. Yang terpenting adalah puji dan hadiahi diri dengan penuh syukur kepada Sang Pencipta, namun juga tidak berlebihan agar tidak terkesan sombong.

~ MemaafkanKe orang lain : kita biasanya akan menerima permintaan maaf orang lain meskipun mereka telah melakukan suatu kesalahan dan menyakiti hati kita. Disamping karena menghargai orang lain, hal ini bisa jadi karena memang mereka penting bagi kita, atau karena kita tidak ingin bermusuhan, atau juga karena kita menyadari betul bahwa mereka juga manusia biasa yang tak luput dari kesalahan.Ke diri sendiri : cobalah menghargai diri sendiri dengan tidak bersikap lebih keras atau sulit memaafkan diri sendiri saat menyadari bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan. Hal ini juga tidak baik karena tanpa disadari kita telah menciptakan permusuhan dan membenci diri kita sendiri. Yang terpenting adalah selalu introspeksi diri untuk menjadi lebih baik.

~ Jadilah PendukungKe orang lain : kita biasanya akan menjadi pendukung teman ataupun orang lain saat mereka akan mengikuti suatu pertandingan atau kontes. Bahkan dengan semangat ikut membantu mempersiapkan segala keperluan yang mendukung usaha mereka, termasuk mempersiapkan segudang kata-kata penyemangat atau kata-kata hiburan jika seandainya mereka gagal.Ke diri sendiri : cobalah untuk menjadi pendukung bagi diri sendiri dalam menggapai mimpi-mimpi kita. Siapkan berbagai 'ramuan' penyemangat bagi diri sendiri dan berbagai alternatif kegiatan yang sekiranya dapat mengembalikan semangat jika ternyata kita mengalami kegagalan. Jangan pernah menyerah dan putus asa. Bahkan jika perlu berteriaklah sekuatnya "AKU BISA! AKU PASTI BISA!"

Memilih Mati Atau Memilih Hidup

“Anda tidak dapat memilih bagaimana anda akan mati. Atau kapan. Anda hanya dapat memilih bagaimana anda akan menjalani hidup. Sekarang.” ~ Joan Baez 

“You don’t get to choose how you’re going to die. Or when. You can only decide how you’re going to live. Now.”

Kata-kata mutiara hari ini datang dari Joan Baez, seorang penyanyi dan pengarang lagu dari Amerika Serikat. Website resmi beliau dapat dikunjungi di sini.

Beliau menekankan kenyataan yang paling mendasar dalam hidup, bahwa kita memang tidak akan bisa menentukan kapan dan bagaimana kita beranjak dari dunia ini. Kapan dan bagaimana kita pergi dari dunia ini adalah sesuatu yang diluar kontrol kita sebagai manusia.

Karena itu, akan jauh lebih baik jika kita memfokuskan pikiran dan usaha kita ke hal-hal yang di dalam kontrol kita sebagai manusia. Bagaimana kita menjalani hidup kita sekarang adalah sesuatu hal dimana kita memiliki kontrol penuh.

Karena kita hanya memiliki satu hidup (setidaknya di bumi ini), mengapa tidak kita isi hidup kita dengan hal-hal yang berguna, hal-hal yang baru, menarik dan memperkaya pengalaman kita. Mengapa tidak kita coba untuk mengetahui sampai sejauh mana kita dapat melangkah. Sampai sejauh mana kita dapat belajar. Dan lain-lain….

Maka dari itu, mulailah untuk seize the day dan ini dimulai sekarang
SEMANGAT ^_^

Tiga Hal Penting Untuk Kebahagiaan

“Three grand essentials to happiness in this life are something to do, something to love, and something to hope for.” ~ Joseph Addison

“Tiga hal penting untuk kebahagiaan dalam hidup ini adalah sesuatu untuk dilakukan, sesuatu/ seseorang untuk dicintai, dan sesuatu untuk diharapkan.”

Menarik juga apa yang dikatakan oleh Joseph Addison, seorang politikus dan penulis dari Inggris, yang hidup di abad ke 17 – 18. Biografi singkat beliau dapat dibaca di sini.

Setelah merenungi quote di atas, muncul pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Apa kita akan benar-benar bahagia kalau kita punya ketiga hal di atas?

2. Kalau kita cuma punya maksimum dua, dari tiga hal di atas, apa kita akan tidak bahagia?

Menurut saya, jawaban dari pertanyaan 1 dan 2 di atas adalah IYA dan IYA/ TIDAK, secara berurutan. IYA, karena kalau kita punya sesuatu yang bisa kita lakukan, cintai dan harapkan, kita akan mengalami kebahagiaan dalam hidup. IYA/ TIDAK, karena mungkin kita bisa hidup bahagia kalau kita sudah punya minimal 2 hal di atas, tapi aku yakin kebahagiaan itu belum lengkap.

Kalau kebebasan untuk melakukan sesuatu diambil dari diri kita, tentu kita akan merasa tidak nyaman. Kalau kebebasan untuk mencintai sesuatu/ seseorang diambil, tentu kita juga akan merasa tidak nyaman. Demikian pula jika kebebasan untuk mengharapkan sesuatu diambil.

Ketiga hal di atas benar-benar refleksi murni dari naluri kita sebagai manusia dalam menjalani hidup ini. Kita menjalani hidup dengan beraktivitas, bekerja, melakukan rutinitas sehari-hari. Kita juga menjalani hidup dengan bersosialisasi, dari mana kita dapat menumbuhkan rasa cinta, rasa untuk memiliki, rasa untuk dimiliki. Dan ahirnya, kita menjalani hidup dengan penuh pengharapan, pengharapan kalau besok, hidup kita akan lebih baik lagi, kalau minggu depan kita akan bertemu seseorang yang bisa kita cintai, kalau bulan depan kita akan bertemu seseorang yang mencintai kita, kalau taun depan…, kalau 10 taun kemudian…kalau….kalau…kalau…dan kalau…IYA, kenyataanya, semua “kalau” atau “if” adalah sumber pengharapan dan inspirasi kita sehari-hari. Betapa suramnya hidup kita tanpa semua “kalau” di pikiran kita. Coba anda bayangkan…

8 Cara Menghargai Diri Sendiri

Seberapa besar Anda menghargai diri sendiri? Jika belum, ambillah waktu sebentar dan lakukan sesuatu yang baik untuk diri sendiri.

1. Sediakan waktu. Menyediakan waktu untuk diri sendiri akan membuat pikiran segar kembali. Bahkan, menyediakan lima menit hanya untuk menutup mata dan memfokuskan pikiran dapat membantu Anda merasa lebih baik. Namun, akan lebih baik bila Anda bisa menyediakan waktu yang lebih banyak untuk memfokuskan pikiran pada diri sendiri dan apa yang perlu dilakukan.

2. Lakukan sesuatu yang baik untuk tubuh. Memang mudah mengabaikan kesakitan yang dirasakan tubuh dan lupa untuk mengurus diri sendiri. Cobalah berendam di air panas yang dicampur garam atau mintalah seseorang untuk memeluk. Bisa juga cobalah berdiri dan lakukan peregangan.

3. Buat diri sendiri merasa nyaman. Misalnya dengan menelepon teman atau minum teh hangat, tidur dengan bantal dan selimut yang nyaman, menulis buku harian, makan sesuatu yang disukai, mencium bau minyak aromaterapi seperti vanila, lavender, dan lain-lain.

4. Pergi ke dunia lain. Caranya adalah dengan membaca buku, menonton film, atau biarkan pikiran mengalir ke mana pun ia pergi.

5. Melakukan sesuatu yang konyol. Ini akan membawa keluar jiwa kanak-kanak yang ada dalam kepribadian kita dan memberi perasaan bahagia. Misalnya bermain busa sabun, membuat kue, mengamati awan dan mereka-reka bentuknya, serta bermain dengan hewan peliharaan atau otopet.

6. Cuti sehari. Apalagi bila Anda sudah merasa jenuh dengan pekerjaan sehari-hari. Ambil cuti sehari dan lakukan apa pun yang ingin dilakukan seharian penuh. Ini lebih baik daripada sehari di akhir pekan.

7. Jalan-jalan di tengah alam terbuka. Kadang kita lupa memperhatikan dunia yang terbentang di sekitar. Mengamati alam akan membuat kita merasa lebih enak dan kalem. Berjalanlah di taman. Amati dan pandanglah pohon, rumput, langit, kemudian bernapaslah.

8. Melakukan sesuatu yang sudah lama ingin Anda kerjakan. Mengapa menundanya lagi? Lekas kerjakan dan Anda akan merasa lebih baik.
Semoga tips ini bermanfaat bagi anda ^_^